10 Ribu Bibit Pohon Ditanam di Lereng Bromo


 29/01/2019 Mitra Pasuruan

Mitra Pasuruan  - 10 Ribu bibit pohon ditanam di wilayah tangkapan air lereng Gunung Bromo. Penanaman pohon di Desa Palangsari, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, ini dilakukan di titik bekas longsor yang menyebabkan banjir bandang beberapa tahun lalu.
Penanaman 10 ribu bibit pohon ini dilakukan sebanyak 350 pegiat dari berbagai elemen. Proses penanaman membutuhkan waktu selama seminggu.

"Kami tak ingin hanya menanam. Kami pastikan akan kita rawat dan jaga selama satu tahun hingga dipastikan bisa hidup," kata Riyadi, Ketua LMDH Palangsari, Kecamatan Puspo, di lokasi penanaman, pohon yang ditanam merupakan pohon yang bisa menyerap air dan menguatkan tanah serta produktif sehingga bisa bermanfaat secara ekonomi bagi warga sekitar. Antara lain pohon salam, pinus, bambu petung, nangka, sukun, mahoni, cemara angin, durian, sirsat hingga alpukat.

"Selama melakukan penanaman yang memang membutuhkan waktu relatif lama karena medannya berat dan miring. Sehingga kami juga menggelar jambore selama sepekan, kami sediakan tenda-tanda. Kamj juga adakan pelatihan dan diskusi terkait konservasi," terang Riyadi.
 Salah satu pegiat yang terlibat, Sugiarto, mengatakan tanam pohon ini dilakukan oleh 350 pegiat dari 13 komunitas, LMDH, Kelompok Tani, Forum DAS Kabupaten Pasuruan, pemerintah dan 25 perusahaan.

"Konservasi harus melibatkan semua pihak, harus dilakukan bersama-sama seperti ini agar efektif. Yang pasti kita ingin pastikan pohon yang ditanam hidup," tandasnya.
 Sugiarto menjelaskan, lokasi penanaman di Desa Palangsari dipilih karena sejak banjir bandang 2015 lalu tak pernah reboisasi. "Titik penanaman ini yang longsor dan menyebabkan banjir bandang 2015 lalu, ternyata belum ada reboisasi sama sekali," terangnya.
Sebelumnya banjir bandang menyebabkan 24 rumah di sekitar aliran sungai Petung di rusak, Jumat (8/4/2015). Selain rumah sejumlah jembatan desa juga rusak dan 40 hektar tanaman padi siap panen di sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan hancur. Kerugian material akibat peristiwa ini mencapai Rp16 miliar. (MP)

Posting Komentar

0 Komentar