Tiga Kali Raih Adipura, Pemkab Pasuruan Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Lingkungan




    17/01/2019 Mitra Pasuruan

Mitra Pasuruan - Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf dan Wabup Gus Mujib Imron, konvoi untuk merayakan dipertahankannya piala adipura yang diraih Bangil sebagai Kota Kecil, Rabu (16/1). (MP)
BANGIL Raihan Piala Adipura untuk kategori kota kecil, membuat Pemkab Pasuruan bangga. Rabu pagi (16/1), pemkab mengarak piala tersebut keliling Kota Bangil. Meski berhasil mempertahankan prestasi tersebut 3 tahun terakhir, namun Bupati Muhammad Irsyad Yusuf menganggap masih banyak yang perlu dievaluasi.


    ANTUSIAS: Rombongan konvoi adipura yang disambut antusias warga.

Pawai Kirab Adipura dan Adiwiyata ini mengambil start dari kompleks perkantoran Raci sekitar pukul 09.00. Pawai yang terdiri atas kurang lebih 20-an mobil hias dan ratusan motor dari Laskar Maslahat yakni para petugas kebersihan, berlangsung semarak.
Rute pawai mulai dari Raci, Latek, Kolursari, Bekacak, Pasar Bangil, Pegadaian Bangil, Glanggang, dan berakhir di Alun-alun Bangil. Saat pawai berlangsung, ratusan pelajar berjajar di pinggir jalan untuk menyambut dan menyemarakkan pawai.
Bupati Pasuruan Muhammad Irsyad Yusuf mengatakan, pawai Adipura ini bukan sebagai ajang untuk foya-foya atau berbangga ria. “Tapi, kita menunjukkan apresiasi bahwa prestasi ini juga atas kerja keras masyarakat. Termasuk juga memotivasi agar masyarakat semakin berperan dalam menjaga lingkungan,” terangnya.
Keberhasilan Bangil dalam mempertahankan Adipura di tahun ketiganya, bukan hanya kerja pemkab. Melainkan semua pihak. Pria yang akrab disapa Gus Irsyad itu mengatakan, mempertahankan memang lebih sulit daripada meraih. Karena itu, setelah 3 tahun mampu mempertahankan Adipura, banyak yang masih perlu dilakukan.
“Pusat pemerintahan harus segera dipindah juga ke Bangil. Karena itu kami meminta dukungan dari masyarakat juga. Karena Bangil ada yang bilang mbahnya wong angel, saya tidak ingin seperti itu. Saya ingin Bangil adalah mbah ngelmu, yang artinya masyarakat yang berilmu,” jelasnya.
Dengan slogan Bangil Bangkit yang berarti Bangil Kemilau, Indah, dan Tertib, harapannya bisa menjadi wajah masyarakat Bangil yang semangat, disiplin, serta berpikiran maju.
Termasuk setelah mempertahankan Adipura 3 tahun berturut-turut, Irsyad mengatakan, masih banyak yang harus dievaluasi agar bisa dipertahankan tahun ini. Seperti menggalakkan satu desa satu bank sampah. Dengan begitu, semakin banyak masyarakat yang peduli pada lingkungan.
“Termasuk dukungan sekolah dalam memperoleh Adiwiyata Mandiri agar lebih banyak lagi. Terkait TPA, kami harap 2019 sudah bisa difungsikan. Kebersihan lingkungan, termasuk melibatkan pihak ketiga dalam mempercantik Alun-alun Bangil perlu ditingkatkan,” terangnya.
Tak hanya Adipura, 2 sekolah yang mendapatkan Adiwiyata Nasional yaitu SMKN 1 Nguling dan SMPN 1 Sukorejo juga ikut ambil bagian. Selain itu, juga ada pemberian paket sembako kepada pasukan kebersihan dan pasukan pertamanan. Termasuk penerima sepeda motor roda tiga kepada 4 komunitas pegiat lingkungan dan sampah di Kabupaten Pasuruan(MP)






Posting Komentar

0 Komentar