Ipkindo Jawa Timur Tanam Pohon Di Lahan Kritis Desa Cowek Purwodadi

Mitra Pasuruan. Ikatan Penyuluh Kehutanan (Ipkindo) Jawa Timur melakukan acara "Bhakti Ipkindo Untuk Negeri" di Kampung Pancar Air Wana Wiyata Widyakarya Yayasan Sanggar Indonesia Hijau, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (9/2/2019) pagi.

Di sini, para penyuluh kehutanan bersama-sama menanam pohon di hutan Mliwis. Acara tanam pohon ini dilakukan untuk mewariskan sumber mata air dengan slogan JANGAN MEWARISIKAN AIR MATA UNTUK ANAK CUCU KITA NANTINYA.

Daryono Budi Santoso, Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur menjelaskan, apa yang dilakukannya ini untuk memaksimalkan lahan kritis atau lahan yang belum dimanfaatkan maksimal. "Bukan hanya di Pasuruan. Kami juga melakukannya di kabupaten lainnya. Hampir di semua kabupaten, kami sudah melakukan penanaman pohon di lahan kritis itu," terangnya.

Ia menjelaskan, lahan kritis ini harus dimanfaatkan. Jika tidak dimanfaatkan, maka akan mempercepat erosi, ketika itu terjadi maka akan menjadi sedimen dan membuat Daerah Aliran Sungai (DAS) kurang optimal, pendangjalan waduk dan bendungan. "Dampak terparahnya, akan terjadi bencana. Bisa banjir, longsor dan sejenisnya. Makanya, kami mengajak semua pihak untuk ikut menanam pohon demi menjaga lingkungan," tambahnya.

Kepala BPBD Bakti Jati Permana mengatakan, rehabilitasi ini akan memimalisir potensi kejadian bencana di Pasuruan.Ia menyebutkan, sejak tahun 2000 silam, ada perubahan iklim. "Makanya itu, hal ini harus diantisipasi. Kami juga sangat mensupport kegiatan penanaman pohon seperti ini. Bagi kami ini sangat penting, karena ketika hutannya sehat, potensi bencana juga semakin sedikit," imbuhnya.(Yn)

Posting Komentar

0 Komentar