Jaksa Masuk Sekolah, Beri Penyuluhan dan Pencerahan Hukum Kepada Siswa




Anak jaman now sangat rentan terjerat masalah hukum jika tidak hati-hati dalam bergaul dan pandai-pandai mencari teman. Apalagi tekhnologi yang begitu canggih dan tidak bisa dibendung keberadaan di masyarakat, juga bisa membawa petaka bagi anak usia sekolah, jika tidak bijak menggunakannya.
Itulah petuah yang disampaikan tim Kejaksaan Negeri Pasuruan dalam program Jaksa Masuk Sekolah, dihadapan siswa kelas 10 dan 11 SMAN 2 Kota Pasuruan, Kamis (07/02/2019). Temanya, Jaksa Masuk Sekolah Penyuluh Hukum Penerangan Hukum Program Pembinaan Masyarakat Taat Hukum.

Kehadiran para jaksa di SMAN 2 Kota Pasuruan, mencerahkan siswa yang hadir diacara tersebut terkait dengan masalah-masah hukum. Dengan metoda interaktif tanya-jawab, suasana menjadi cair, santai tapi serius. Apalagi bagi-bagi hadiah buku bagi yang bisa jawab pertanyaan atau yang mau bertanya, menjadikan suasana semakin gayeng hingga peserta murid kelas 10 dan 11 betah sampai akhir acara.

Para siswapun tidak kaku berhadapan dengan Jaksa karena sudah dicairkan dengan panggilan kakak bagi jaksa dan adik untuk panggilan siswa. Dari tanya jawab dan paparan tim jaksa, siswa menjadi tahu. Hal-hal sepele dikehidupan sehari-hari , ternyata bisa saja muncul masalah hukum. Seperti yang digambarkan Yudie Arieyanto, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pasuruan. Seseorang yang ikut menyebarkan berita Hoax atau gambar porno, bisa berurusan dengan hukum.

Contoh lainnya, sepasang muda-mudi usia sekolah yang lagi kasmaran, hingga si pria berbuat tidak senonoh dengan meraba bagian tubuh si wanita. Si wanita tidak terima dengan perlakuan pacarnya, lalu lapor ke polisi. Si cowok bisa masuk penjara paling cepat 4 tahun dan paling lama 15 tahun.

Yudie juga menghimbau agar anak sekolah lebih waspada dan hati-hati terhadap pengaruh kelompok yang mengatas namakan agama karena sel-sel teroris sudah bermunculan dan menyasar anak usia sekolah untuk dijadikan alat teror. “Hati-hati dengan kelompok yang mengatasnamakan agama. Mintalah petunjuk pada orang tua atau gurumu,” himbaunya.

Yudi menambahkan, kenakalan remaja yang akhir-akhir ini marak dan harus diperangi bersama adalah, penyalahgunaan narkoba, sex bebas diluar nikah, pornografi dan tawuran. Menurut Yudi, kegiatan Jaksa masuk sekolah merupakan program dari Kejaksaan Agung. Tujuannya, memberikan pencerahan hukum kepada siswa. “Tidak semua sekolah yang kami kunjungi, hanya sekolah yang kami pilih saja yang kami kunjungi. Untuk hari ini giliran SMAN 2 Kota Pasuruan yang kami kunjungi,” papar Yudi.

Kepala Sekolah SMAN 2, Gatot Suyono merasa senang atas kehadiran tim jaksa dari Kejaksaan Negeri Pasuruan yang memberikan pencerahan hukum kepada siswanya. “Mudah-mudahan, pencerahan hukum ini dapat mendukung misi-visi SMAN 2.  Yaitu, cerdas berprestasi dan berkarakter akhlakul karimah,” tuturnya dalam sambutan pembukaan Jaksa Masuk Sekolah.

Posting Komentar

0 Komentar