Anak Dibawah Umur Di Kebonagung Yang Diperkosa Ayah Tiri Akhirnya Melapor Ke Polisi

Mitra Pasuruan - Korban persetubuhan (pemerkosaan) terhadap anak dibawah umur dan yang berkebutuhan khusus, NS (15), asal Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan yang dilakukan oleh Ayah Tirinya hingga hamil 3 bulan, akhirnya bersama keluarganya dengan didampingi Pemkot Pasuruan melapor ke Polres Pasuruan Kota, Kamis (28/2).

Selanjutnya pada hari Jumat (1/3), Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pasuruan Kota didampingi oleh Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Pasuruan melakukan visum pada NS. Visum ini dilakukan di RSUD dr Soedarsono Kota Pasuruan.

Kanit PPA Satreskrim Polresta Pasuruan Ipda Suwondo membenarkan adanya pelaporan persetubuhan yang dialami oleh NS. Pihaknya memastikan laporan ini bakal ditindaklanjuti. Sebab, ada bukti berupa janin yang dikandung oleh NS. "Laporan sudah kami terima. Tentunya kami bakal menindaklanjutinya. Yang jelas memang ada persetubuhan dengan usia kandungan yang sudah mencapai tiga bulan,” jelasnya.

Suwondo menjelaskan, pihaknya berencana untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kamar tidur di rumah milik ayah tiri korban, MS. Namun, karena aksi ini sudah terjadi lebih dari tiga bulan lalu, sehingga kemungkinan bukti persetubuhan di TKP sudah hilang. "Kami masih menunggu hasil visum dari dokter termasuk melakukan olah TKP. Kemungkinan baru besok (hari ini, Red). Tujuannya, untuk kelengkapan berkas penyidikan persetubuhan,” ungkap Suwondo.

Ia menyebut, saat ini MS masih berstatus sebagai terlapor. Lokasi keberadaannya juga belum diketahui. Diduga MS kabur ke luar Kota Pasuruan di hari yang sama dengan kepergian NS dan ibunya ke Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, beberapa waktu lalu.“Kami juga masih mencari keberadaan MS. Ia sudah tidak berada di rumahnya, maupun di tempat kerjanya di Pasar Poncol. Rencananya, kami panggil untuk minta keterangan,” jelasnya.

Pendamping dari P2TP2A Kota Pasuruan Irfianto menambahkan, kondisi kehamilan NS dalam keadaan baik dan normal. NS sendiri juga dalam kondisi baik dan belum menunjukkan adanya gejala jika dirinya mengalami trauma.“Kami bakal terus melakukan pendampingan sesuai permintaan keluarganya. Yang jelas, saat ini NS dan ibunya berada dalam kondisi aman di bawah pengawasan sekolahnya,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, NS yang merupakan anak berkebutuhan Khusus diketahui tengah mengandung. Usia kandungan penyandang tunagrahita ini sudah tiga bulan. Yang mengejutkan, NS hamil akibat perbuatan MS, ayah tirinya. Hingga kemudian, pihak sekolah mendapat informasi perubahan sikap dan perilaku NS.

Setelah diselidiki, ternyata NS memang hamil. Usut punya usut, pria yang menghamilinya tak lain adalah ayah tirinya sendiri. Saat itu, ibu NS tak berani melaporkan sang suami ke polisi karena berada di bawah tekanan. Bahkan, atas perintah MS, berniat menggugurkan kandungan Bunga. Namun, upaya ini urung usai keluarga NS melarangnya. (Yn)

Posting Komentar

0 Komentar