DBD Serang 52 Warga Kabupaten Pasuruan, 2 Meninggal Dunia


 01/03/2019 Mitra Pasuruan                                                                                                                            ILUSTRASI


Mitra Pasuruan - Penyakit demam berdarah dengue (DBD) menyebar cepat dan telah menyerang 52 warga Kabupaten Pasuruan dan 2 orang di antaranya meninggal dunia. "Korban yang meninggal akibat DBD disebabkan keterlambatan dalam diagnosa. Jadi, ketika dibawa ke rumah sakit, korban sudah shock.


Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan Agung Basuki mengklaim, kasus DBD yang terjadi tahun ini masih lebih tinggi tahun lalu. Diketahui, sepanjang 2018 lalu, ada sekitar 150 kasus DBD. Empat kasus di antaranya, menyebabkan meninggal dunia.

"Tahun ini, kasus DBD terjadi di Kabupaten Pasuruan, Pasalnya, kejadian tahun ini baru akumulasi dari dua bulan. “Memang secara keseluruhan, kasusnya tak sebanyak tahun lalu. Tapi, saat ini kan baru awal tahun,” terangnya. Karena itulah, ia meminta warga waspada untuk mengatasi ancaman DBD.


Sementara 2 orang korban yang meninggal dunia akibat DBD berasal dari Kabupaten Pasuruan, Sebelumnya, pasien DBD yang dirawat di RSUD Bangil hingga akhir bulan lalu mengalami peningkatan. Pasien DBD didominasi oleh anak-anak yang mencapai 60 persen yang dirawat inap di RSUD Bangil. Tingginya jumlah pasien DBD sudah terasa sejak bulan Desember 2018. Tercatat dalam bulan tersebut ada sebanyak 52 pasien yang dirawat inap di RSUD Bangil.



Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan Agung Basuki menjelaskan bahwa terjadinya kasus DBD ini karena munculnya genangan-genangan air bisa menjadi tumbuh kembangnya nyamuk Aedes Aegypti ,” jelasnya. Di samping itu, kegiatan Fogging juga harus dilakukan sesuai prosedur.


Diperkirakan, penderita DBD akan tetap tinggi selama musim hujan. Masyarakat diimbau mampu menjaga lingkungan sekitar agar tidak ada genangan air seperti di selokan, kamar mandi, bak air terbuka, pot yang menambung air yang membuat berkembangnya jentik air. Termasuk menggalakkan 4M yaitu menguras, menutup, mengubur, dan mengawasi agar penderita DBD bisa berkurang. (MP)

Posting Komentar

0 Komentar