Memanfaatkan Lahan Untuk Pengelolahan Kebun Terintegrasi


27/03/2019 Mitra Pasuruan
Mitra Pasuruan - KIM Surya Harapan mengupayakan kemajukan unit bisnis yang dikelolanya. Diantaranya dilakukan dengan memaksimalkan pengelolaan lahan kebun pertanian yang menggunakan pola tanam terintegrasi Desa Ngempit, Kecamatan Kraton.

Ketua KIM Surya Harapan, Sukoyo menceritakan jika pola tanam tersebut merupakan perpaduan antara kebun buah, sayur dan kolam ikan dalam satu lahan. Diantara buah yang ditanam yaitu Jambu, Strawberry, Sawo dan Pisang. Jenis sayurnya, Sawi dan Kangkung. Sedangkan kolam ikan diisi dengan budidaya Lele dan Nila. Harapannya, dengan sistem lahan pertanian yang terintegrasi dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Sekaligus sebagai upaya antisipasi gagal panen tanaman padi yang sebelumnya sering dialami para petani di Desa Ngempit. 
“Total luasan lahan pertanian sekitar 1 hektar, perpaduan antara lahan milik pribadi dan desa. Ada beberapa tanahnya tetangga diserahkan pada kita untuk mengelolanya dengan pola pertanian terintegrasi. Sejarahnya dulu kan gini. KIM muncul salah satunya karena para petani banyak yang sawahnya tidak hasil alias merugi waktu panen. Sehingga kita coba dengan pola pertanian terpadu seperti sekarang ini, dengan mengalihkan ke kebun sayur, buah dan ikan”, jelasnya. 
Waktu dijumpai Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan di sela-sela aktivitas berkebunnya, Sukoyo menuturkan, ada 24 kolam terpal Lele dan Nila yang diperhatikan betul perawatannya, mulai dari jenis pakan sampai pola panennya. Setiap harinya ia dibantu anggota KIM Surya Harapan dan warga sekitar yang dijadwalkan secara bergantian. 
“Kami maksimalkan lahan kebun dengan pola pengairan dari kolam ikan. Makanya kami buatkan kolam ikan ikan Lele dan Nila. Ada 24 kolam terpal. Khusus Lele, perputaran uangnya sangat cepat karena bisa panen setiap 2 bulan sekali. Hasil panen selalu ada yang mengambil ke sini”, cerita pria yang juga berprofesi sebagai pendidik ini dengan antusias. 

Ke depan, Sukoyo memproyeksikan kebun terintegrasinya bisa menjadi kawasan Agrowisata Petik Jambu dan Sayur serta Pusat Bibit Tanaman Buah dan Rumah Kompos. Nantinya, hasil panen kebun buah, sayur dan ikan akan terdistribusikan ke Pasar Desa yang direncanakan bermitra dengan BUMDES. Saat ini, fokusnya lebih ke penggarapan lahan pertanian agar hasilnya lebih optimal. Termasuk dengan memanfaatkan warga sekitar yang tidak bekerja sebagai tenaga pengelola dengan sistem pembagian keuntungan 50-50. 
“Untuk Lele, kami sudah punya alternatif di pakannya dengan menggunakan rucah, kepala ikan kresek. Harganya jauh lebih murah dari pakan. Harganya 3 ribu sampai 3 ribu lima ratus per satu kemasannya. Kalau harga pakan ikan kan biasanya 10 ribu dalam satu kemasannya. Kan lebih ekonomis. Kalau untuk Nila malah tinggal memanfaatkan Kangkung dan Sawi, jadi agak ringanlah untuk masalah biaya pakannya. Jika nantinya semua hasil panen dipasarkan di Pasar Desa, insyaallah bisa nututi, baik dari segi kualitas dan kuantitas”, tandasnya dengan nada optimis.
Sukoyo mengaku sangat senang dengan pemanfaatan lahan pertanian terpadu saat ini. Selain difungsikan sebagai basecamp berkumpulnya anggota KIM Surya Harapan juga dijadikan sebagai wahana untuk berwirausaha masyarakat sekitar. Terlebih, selama ini mereka langsung dilibatkan dalam proses panen sayur-mayur untuk dijual ke pondok pesantren Sidogiri. Pendeknya, KIM Surya Harapan siap memberikan nilai tambah keenomian warga sekitar dengan pola pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lahan pertanian yang saling bersinergi. Berikut dengan upaya promosi yang dilakukan melalui publikasi di media online dan media sosial yang dikelolanya. (DS)

Posting Komentar

0 Komentar