Periode Januari-Maret 2019 Terdapat 66 Kasus DBD Di Kabupaten Pasuruan


Mitra Pasuruan – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pasuruan selama 3 bulan terakhir menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan terdapat 66 kasus DBD.

Agus Eko Iswahyudi, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Pasuruan mengatakan, penurunan kasus secara drastis terjadi mulai tahun 2016, yakni dari 764 kasus menjadi 317 kasus pada tahun 2017. Sedangkan hingga akhir tahun 2018 lalu, jumlahnya terus menurun menjadi 191 kasus.

Sementara itu, warga meninggal yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti ini juga menurun. Pada tahun 2018, jumlah warga yang meninggal sebanyak 28 orang. Lalu turun menjadi 27 orang di tahun berikutnya. Kemudian pada 2017 menjadi 13 warga saja. Di tahun 2018 jumlah warga meninggall bahkan turun drastis menjadi 1 Dewasa dan 1 anak-anak.

“Demam berdarah itu pola musiman, dan memang menyerang di saat musim penghujan. Maka dari itu, untuk bisa menangkal penyebaran nyamuk DBD semakin luas, harus dilakukan langkah antisipatif,” terangnya.

Langkah yang dimaksud adalah gerakan Gemas Darling alias gerakan masyarakat sadar lingkungan maupun PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) yang tujuannya adalah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan dengan langkah pembarantasan sarang-sarang nyamuk.

“Kami memberlakukan satu rumah satu kader jumantik atau juru pemantau jentik.  Artinya, dalam setiap rumah, ada satu kader yang menjadi jumantik atau juru pemantau jentik. Dampaknya cukup besar, terbukti dengan menurunnya kasus DBD,” sambung dia.

“Setiap desa punya kader jumantik yang tugasnya untuk mengawal bagaimana jumantik di rumah bisa melaksanakan himbauan kita. Untuk daerah tinggi seperti Puspo, Tosari dan Tutur tidak ada kasus DBD, lantaran berada di di atas 1200 m di atas permukaan air laut. DBD tidak bisa menyerang di daerah pegunungan yang sangat tinggi,” tutupnya

“Jumantik juga berperan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapaan masyarakat menghadapi demam berdarah dengue (DBD). Vektor penular penyakit DBD yaitu nyamuk Aedes aegypti yang senang berkembang biak di genangan air yang bersih di sekitar lingkungan kita. Maka dari itu, peran jumantik dan kader sangat penting,” kata Bupati Pasuruan HM. Irsyad Yusuf saat memimpil Apel Akbar Kesiapsiagaan DBD, PSN bersama lintas sector kecamatan dan kabupaten, serta Silaturrahmi Kader Germas Darling tingkat Kabupaten, di Halaman Sentra Produk Unggulan, Pogar, Bangil, Kamis (21/03/2019) pagi.

Bupati Pasuruan telah mengeluarkan Surat Edaran Kewaspadaan Dini DBD kepada seluruh camat. Surat Edaran tersebut merupakan antisipasi potensi peningkatan kasus DBD diwilayah Kabupaten Pasuruan. (Yn)

Posting Komentar

0 Komentar