Karena Pemutusan Hubungan Kerja Sepihak, Puluhan Driver Gojek Lurug Kantor di Gadingrejo


Mitra Pasuruan - Puluhan driver Gojek melurug kantor manajemennya di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Senin (8/4). Mereka meminta kejelasan status sejumlah rekan seprofesinya yang dinilai telah diputus hubungan kerja sepihak.
Mereka datang dengan mengenakan jaket seragam berwarna hijau. Setibanya di halaman kantor, mereka lalu membentangkan spanduk yang bertuliskan Driver Online Pasuruan Barat. Mereka lalu mengungkapkan protesnya.
“Kami meminta Gojek Pasuruan tidak semena-mena dan bisa bermitra dengan baik. Teman-teman kami ini di-suspend dari aplikasi,” kata Harsoyo, salah seorang driver.
Sebagian besar driver itu berasal dari wilayah Pandaan. Menurut Harsoyo, ada sebanyak 17 driver yang di-PHK secara sepihak melalui aplikasi. Hal itu lantaran adanya tuduhan belasan driver itu melanggar aturan perusahaan.
“Mereka dituduh bekerja sama dengan jaringan order fiktif demi memenuhi kuota agar mendapatkan bonus. Itu, yang membuat teman-teman keberatan. Tidak masuk akal, masak semua driver di Pandaan pakai orderan fiktir,” ungkapnya. Ia juga berharap agar belasan temannya itu dapat kembali bekerja.
Sementara, pihak PT Gojek Indonesia Pasuruan yang diwakili oleh Jonathan lantas menemui para driver itu. Dia menjelaskan pihaknya memiliki SOP dan aturan kode etik yang jelas mengenai perilaku dan pelayanan mitra driver.
“Kami menerima laporan dan menemukan indikasi kecurangan terkait order Gojek di Pasuruan. Terkait isu kecurangan, kami tidak ada tuduhan. Kami telah melakukan investigasi dan menemukan sejumlah driver yang terindikasi melakukan kecurangan. Perbuatan ini merupakan pelanggaran berat dan kami telah memberikan sanksi tegas putus mitra kepada driver,” ungkapnya.
Dia lalu meminta para driver yang terkena suspend melalui aplikasi, namun tak merasa melakukan kecurangan, agar mengajukan banding. “Silakan mengajukan banding via aplikasi atau langsung memprosesnya di kantor, akan dibantu oleh teman-teman Gojek Pasuruan,” tambah dia.
Jonathan juga mengklarifikasi bahwa pihaknya tak pernah menuduh adanya sindikat order fiktif kepada semua driver ojek online. Setelah menjelaskan hal itu, Jonathan lalu meminta para driver untuk masuk ke dalam kantor untuk difasilitasi melakukan banding.
“Apapun hasilnya banding itu bisa diketahui 3×24 jam. Apapun hasil banding silakan diterima karena bukan wewenang kami,” pungkasnya.(DK)

Posting Komentar

0 Komentar