Limbah Bambu Bekas Di Sulap Toha Menjadi Miniatur Kincir Air

01/04/2019 Mitra Pasuruan
Mitra Pasuruan – Bukan seorang pesulap atau seorang penyihir,
tetapi Mochammad Toha asal Dusun Gunting, Desa Sentul,
Kecamatan Purwodadi, mampu menyulap limbah bambu bekas menjadi kincir air.

Ternyata Mochammad  Toha seorang perajin tangan yang mampu mengubah sebuah bambu bekas menjadi sebuah kerajinan tangan yang bernilai tinggi. Limbah bambu bekas diubahnya menjadi kerajinan tangan yang khas, yaitu sebuah kincir air.

Mochammad Toha warga Kabupaten Pasuruan, merupakan salah satu perajin yang sangat kreatif, di tangan nya bambu bekas mampu di ubah menjadi sebuah miniatur kincir air yang cocok digunakan untuk hiasan taman maupun hiasan kolam ikan yang ada di rumah.

Toha sapaan akrab nya, ia terhitung baru menggeluti usaha miniatur kincir air ini dan belum genap setahun. Tapi, miniatur buatannya sudah banyak orang yang mencari dan di incar oleh masyarakat.

Kerajinan tangan buatannya memang terbilang unik dan beda daripada kerajinan tangan lainnya yang berbahan dasar bambu, pria ini masih sibuk menata bambu - bambu bekas ini menjadi sebuah bangunan kincir air. Layaknya kincir air sungguhan, ia menatanya dengan sangat hati-hati dan teliti. Jika tidak teliti, kincir air tidak akan berfungsi meskipun terbilang cuma miniatur.

Ia tempelkan satu per satu bambu sehingga menjadi sebuah bentuk tubuh kincir air yang kokoh. Setelah semua terpasang,
lalu ia mencoba kincir air buatannya.
Ia sesuai urutan, Kabel dicolokkan dan mesin kincir air ini pun berputar. Perputaran mesin dan air ini menjadi tanda bahwa miniatur buatannya berfungsi maksimal.

Tak lama, ia pun bergegas mengemasnya. Ia memasukkan kincir air itu ke dalam sebuah tempat untuk dikirimkan ke salah satu pemesannya. Meski masih baru, omzet Toha juga dibilang sangat lumayan. Per bulan, ia pun bisa meraup untung sampai kurang lebih Rp 5 juta.

Keuntungan yang lumayan besar, mengingat, ia merupakan pemain baru di bidang ini. Sebelumnya, Toha juga menggeluti usaha di bidang konveksi dan jasa pembuatan mebel, seperti sofa, meja makan, lemari dan masih banyak lagi.
Toha mengatakan, awalnya prihatin saja, melihat limbah bambu yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Kata dia, banyak bambu - bambu yang hanya dibuang percuma dan mengotori lingkungan.

"Saya juga bingung, mau saya apakan ini limbahnya. Akhirnya saya lihat di youtube, saya mencoba untuk belajar dari sana. Ya allhamdulillah, hasil akhirnya, saya bisa membuatnya," katanya.

Ia menjelaskan, awalnya, banyak kesulitan dan rintangan dalam membuat kerajinan ini Bagi dia, ini kerajinan sangat rumit. Dibutuhkan kesabaran dan keuletan agar bisa membiat kincir air ini berfungsi secara maksimal. (DS)



Posting Komentar

0 Komentar