Pemilu 2019, Bangil Adakan Ngaji Kebangsaan Semoga Pemilu Berjalan Lancar

15/04/2019 Mitra Pasuruan
Mitra Pasuruan – Jelang Pemilu 2019 pada 17 April 2019 mendatang,
ratusan warga Pasuruan menghadiri Peringatan Isro' Mi'roj sekaligus Ngaji Kebangsaan untuk mendoakan kedamaian dan keamanan selama berlangsungnya pesta demokrasi lima tahunan tersebut, Minggu (14/4/2019) malam.

Pada kegiatan Acara yang digelar  Pondok Pesantren Putri KHA Wahid Hasyim Bangil dalam rangka peringatan Isro Mi'roj Nabi Muhammad SAW 1440 H sekaligus ngaji kebangsaan, tak hanya tausyiah, ada beberapa penampilan dari penyanyi Veve Zulfikar yang menghibur para peserta yang hadir dalam kegiatan ini.

Gus Wildan, pengasuh Ponpes Putri KHA Wahid Hasyim mengatakan, acara ini memang digelar dengan semangat untuk memperingati isro miroj Nabi Muhammad SAW. Tapi, kata dia, acara ini juga dikemas sebagai acara ngaji kebangsaan.

Ngaji kebangsaan ini dilakukan menjelang pelaksanaan pesta demokrasi, Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Pemilu yang meliputi pemilihan presiden, calon anggota dewan dari RI, provinsi hingga kabupaten atau kota dan wakil DPD RI.

"Ngaji kebangsaan ini diharapkan bisa mempersatukan hati untuk Indonesia," Menurut Gus Wildan, ini bukan acara kampanye, bukan acara partai dan bukan acara politik. Kata dia, acara ini digelar dalam masa tenang kampanye.

"Meski bukan acara politik, tapi kami di sini, selain ngaji kebangsaan, kami semua juga ikut mendoakan agar Pemilu 2019 ini berjalan damai, aman dan tentram," urainya.

Dijelaskan Gus Wildan, dalam acara ini, pihaknya juga mengajak sekaligus mengingatkan semua peserta yang hadir, santri dan santriwati untuk bisa menyambut pesta demokrasi dengan suka cita dan gembira.

Menurutnya, pencoblosan adalah sebuah pesta yang seyogjanya bisa dinikmati secara gembira dan suka ria. Bukan ajang sebagai pemecah belah bangsa dan saling serang untuk perang. Ini sebuah demokrasi yang sudah berjalan sejak lama. Sudah biasa, kalau calon presidennya ada dua.

“ Jangan sampai karena beda pilihan kita terpecah belah, apalagi sampai membuat rusak citra Pasuruan yang aman, nyaman, dan damai ini. Pemilu sesunguhnya bertujuan mulia untuk memilih pemimpin demi kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai ini, Jangan bermusuhan, kalau bisa saling berikhtiar untuk menentukan calon pemimpin ke depan, Insya Allah pemimpin yang terpilih nanti, adalah pemimpin yang dikehendaki Allah SWT memimpin bangsa Indonesia ke depan,” Ujarnya. (DS)

Posting Komentar

0 Komentar