Akhirnya Sepanduk Penolakan Tol Pandaan-Malang di Lepas Warga Sekitar


13/05/2019 Batara Pasuruan
Batara Pasuruan - Pertemuan yang di lanjutkan pelepasan spanduk terkait penolakan jalan Tol Pandaan-Malang di wilayah  Dusun Kemiri, Desa Pakukerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

Sekitar pukul 20.30 Wib, di Dusun Kemiri, Desa Pakukerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), berlangsung pertemuan yang dilanjutkan pelepasan spanduk terkait penolakan jalan Tol Pandaan – Malang di wilayah Kabupaten Pasuruan, dipimpin Danramil Sukorejo diikuti 15 orang.


Turut hadir, Danramil 0819/23 Sukorejo Kapten Arh Supriyono, Kapolsek Sukorejo AKP Supriyadi, Kanit Intelkam Polsek Sukorejo Aiptu Edi, mantan kepala desa (Kades) Pakukerto Purnomo, BPD Desa Pakukerto Supardiono, Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Desa Pakukerto Sumai, Kasi Pemerintahan Desa Pakukerto Juleha, Babinsa Sukorejo Serma Bakri, anggota Deninteldam V/Barawijaya, Tim Intel, Unit Intel Dim 0819/Pasuruan.
Tulisan pada spanduk yang dilepas, jangan harap bisa melewati tanah kami bila belum ada ganti rugi, jangan berbelit – belit ganti tanah kas desa kami, tanah kas desa kami sudah dibangun tol belum ada ganti rugi.
Penyampaian Kapolsek Sukorejo, AKP Supriyadi didampingi Danramil 0819/23 Sukorejo Kapten Arh Supriyono meminta kepada mantan Kades Purnomo beserta perangkat desa lainnya untuk melepas spanduk terkait penolakan jalan tol Pandaan – Malang.
“Kami minta agar spanduk penolakan jalan tol Pandaan – Malang di lepas,” pinta AKP Supriyadi.
Penyampaian Purnomo, berharap agar ganti rugi pembayaran Tanah Kas Desa (TKD) seluas 11.394 M2 agar segera diselesaikan oleh pihak terkait.
“Kenapa selama ini sudah ada tanah pengganti seluas 14.300 M2 tapi belum ada realisasi dari pihak yang berwenang. Kami berharap agar permasalahan terkait TKD ini segera diselesaikan,” harap Purnomo.
Pukul 21.10 Wib, pertemuan selesai dan dilanjutkan perjalanan menuju lokasi pemasangan spanduk di jalan Tol Pandaan – Malang dipimpin Danramil 0819/23 Kapten Arh Supriyono, dan pukul 21.40 Wib, kegiatan pelepasan spanduk sebanyak 7 buah di jalan tol Pandaan – Malang.
Adapun yang melepaskan spanduk penolakan itu, mantan Kades Pakukerto Purnomo dan perangkat Desa Pakukerto dibantu 3 orang warga Dusunn Kemiri, Desa Pakukerto, Kecamatan Sukorejo, Pasuruan.
Pukul 22.05 Wib, kegiatan pelepasan spanduk sebanyak 7 buah di jalan Tol Pandaan – Malang selesai, selanjutnya spanduk disimpan di rumah Purnomo.
Pemasangan spanduk di jalan Tol Pandaan – Malang, dikarenakan belum ada pembayaran terkait TKD yang terdampak oleh proyek nasional jalan Tol Pandaan – Malang di Dusun Kemiri, Desa Pakukerto, Kecamatan Sukorejo, Pasuruan.
Rencananya, pada Rabu 15 Mei 2019, Purnomo didampingi Camat Sukorejo, Diano Fera Feri Santoso dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Khusnul akan berangkat menuju Kantor Gubernur Jatim di Surabaya guna menindaklanjuti terkait ganti rugi TKD yang terdampak oleh proyek nasional jalan tol Pandaan – Malang tersebut. (DS)

Posting Komentar

0 Komentar