Forkorpimda Kota Pasuruan Bahas Perselisihan Masjid Hidayatullah Kota Pasuruan



Mitra Pasuruan – Beberapa hari yang lalu, di awal bulan puasa terjadi permasalahan yang menyita perhatian warga Kota Pasuruan. Kejadian itu menyangkut kepengurusan dan pengelolaan Masjid Hidayatullah yang berada di Jl. Panglima Sudirman, No. 115, Kel. Purworejo Kec. Purworejo Kota Pasuruan.

Perselisihan ini melibatkan Jamaah Hidayatullah dengan Jamaah warga sekitar masjid. Menyikapi hal tersebut Pemerintah Kota Pasuruan mengambil tindakan untuk menyelesaikan konflik itu. Dengan mengadakan Rapat Koordinasi terkait permasalahan Masjid Hidayatullah. Rapat dilaksanakan di Ruang Rapat Untung Suropati Sekretariat Daerah Pemkot Pasuruan Jl. Pahlawan No. 28 Kota Pasuruan , Rabu (8/5/2019) Pukul 09.00.

Hadir dalam rapat tersebut Forkorpimda Kota Pasuruan, Tokoh agama, Perwakilan dari Masjid Hidayatullah, serta beberapa undangan lainnya.

Kepala Kemenag Kota Pasuruan, Bpk. Abdul Wahid, M.Pdi dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar permasalahan yang terjadi di Masjid Hidayatullah dapat selesai dengan baik. Dengan menawarkan sistem Islah dalam penyelesaian kepengurusan Masjid Hidayatullah yaitu mengatur jadwal di Masjid Hidayatullah. Dengan melihat status dari Masjid Hidayatullah yang sebenarnya adalah Masjid Wakaf yang pengelolaannya diberikan kepada Nadir. Selama proses hukum masih berjalan, maka status pengelolaan Masjid Hidayatullah masih dalam tanggungjawab Kemenang Kota Pasuruan.

Seperti diketahui bersama bahwa Sebelumnya telah dilakukan pertemuan dengan Jamaah Hidayatullah paska terjadinya masalah perebutan imam dengan difasilitasi oleh Polresta Pasuruan, namun pertemuan itu tidak dapat dijadikan kesepakatan karena hanya mendatangkan salah satu pihak.


Pada kesempatan tersebut Sdr. Fajar (Perwakilan Jamaah Masjid Hidayatullah) menyampaikan pihaknya sepakat dengan jadwal yang dibuat oleh Kemenag dan mencabut surat tanggapan yang kami kirim ke Kemenag.

Namun H. Junaedi perwakilan dari warga menganggap pengaturan jadwal oleh Kemenag tidak akan menyelesaikan akar permasalahan, karena warga mempertanyakan masalah keabsahan Yayasan Hidayatullah.

H. Ismail Marzuki Hasan, SE, Ketua DPRD Kota Pasuruan menyampaikan bahwa Pemerintah kota berusaha membantu Kemenag Kota Pasuruan untuk menyelesaikan permasalahan di Masjid Hidayatullah. Dan merupakan tugas pemerintah untuk menengahi suatu permasalahan. Oleh sebab itu diharapkan kedua belah pihak untuk mentaati keputusan yang diambil oleh Pemerintah Kota dan Kemenag Kota Pasuruan.

Selanjutnya Pukul 11.45 WIB rapat dinyatakan selesai dan dilanjutkan dengan penggantian kunci-kunci atau gembok di Masjid Hidayatullah. Dan Bapak Wakil Walikota Pasuruan menyampaikan rapat kali ini dilanjutkan pada hari Jum’at 10 Mei 2019 Pukul 13.00 setelah Sohlat Jum’at. (DK)

Posting Komentar

0 Komentar