Perketat Pengamanan di Bulan Ramadhan


10/05/2019 Mitra Pasuruan
Mitra Pasuruan - Kepolisian di Pasuruan, mengantisipasi tindak kejahatan yang biasanya kerap terjadi selama Ramadan hingga Lebaran nanti. Antisipasi ini digelar lantaran aksi kejahatan memang kerap meningkat, utamanya ketika bulan suci datang.
Berbagai kasus yang terjadi selama ini didasari kebutuhan ekonomi yang semakin mendesak. Karena itu, memasuki bulan Ramadan kali ini, kepolisian mulai menekan potensi kejahatan.
Seperti yang dilakukan Polres Pasuruan Kota. Sejak awal Ramadan lalu, puluhan personel Tim Resmob Suropati mulai disebar di beberapa titik rawan. Tim tersebut mencegah gangguan ketertiban masyarakat mulai dari balapan liar, peredaraan narkoba, pesra miras, dan terutama kejahatan jalanan.
Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Slamet Santoso, dia menjelaskan, Tim Resmob Suropati dipersenjatai lengkap. Mereka bertugas untuk berpatroli dan memantau sejumlah titik rawan. “Selama ini di Tapaan yang jadi atensi kami. Juga di wilayah perbatasan wilayah hukum kami,” ungkap dia.
Disamping itu, Slamet juga menyebut timnya terus mengawasi situasi di sejumlah obyek vital. Seperti pusat perbelanjaan ataupun toko waralaba, perbankan dan tempat keramaian lainnya. Pihaknya juga telah memperkirakan kisaran waktu terjadinya kejahatan jalanan.
“Ada range waktu tertentu. Mulai pukul 17.00 sampai dengan pukul 21.00, Selanjutnya diatas pukul 24.00,” ungkap Slamet.
Hal serupa juga dilakukan Polres Pasuruan. Aksi kejahatan rentan meningkat saat momen ramadan dan menjelang lebaran. Tingginya kebutuhan, menjadi alasan, pelaku kejahatan melancarkan tindakan.
Kapolres Pasuruan, AKBP Rizal Martomo mengungkapkan, wilayah Kabupaten Pasuruan saat ini relatif aman dan terkendali. Meski begitu, pihaknya tak mau lengah, sehingga membuka peluang bagi pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya. Peningkatan patroli dilakukan.
Namun keamanan itu juga harus dimunculkan dari tiap masyarakat. Artinya bukan hanya mengandalkan pihak kepolisian saja. Oleh sebab itu pihaknya mengimbau bagi warga yang akan meninggalkan rumahnya pastika bahwa rumah yang ditinggal dalam keadaan terkunci rapat.
“Jika hendak berpergian jauh, pastikan rumah dalam keadaaan terkunci dan mematikan atau megamankan serta memastikan tidak ada hal yang membahayakan ketika rumah ditinggal,” imbuhnya
“Ada juga Tim saber begal yang kami kerahkan untuk mencegah aksi kejahatan jalanan. Kami juga meningkatkan patroli. Baik saat menjelang buka puasa ataupun saat sahur,” sampainya.
Patroli itu menyisir tempat-tempat rawan kejahatan. Khususnya, tempat yang menjadi pusat keramaian. Seperti Bangil, Beji, Gempol, ataupun Pandaan. “Ada di Plaza Bangil misalnya. Atau jalanan-jalanan Bangil-Pandaan, Gempol-Pandaan dan beberapa tempat lain yang rentan kejahatan. Kami tingkatkan pemantauan dan patroli,” pungkasnya. (DS)

Posting Komentar

0 Komentar