Prediksi BPBD, 23 Desa Terancam Alami Kekeringan Saat Musim Kemarau

Ilustrasi, ancaman kekeringan saat musim kemarau

Batara Pasuruan - Menjelang musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mulai memetakan daerah-daerah rawan kekeringan. Dari prediksi BPBD, daerah rawan kekeringan masih terjadi di 23 desa di 7 kecamatan.

Bakti Jati Permana, Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan mengatakan, pada pertengahan Mei ini sudah memasuki hari tanpa hujan. Kendati begitu masih belum bisa dipastikan, apakah sudah memasuki musim kemarau atau tidak. “Untuk kepastian musim kemarau, kami masih menunggu lagi informasi dari BMKG. Hanya saja saat ini sudah memasuki hari tanpa hujan dan musim peralihan, dimana masih berpotensi ada hujan yang turun,” terangnya.

BPBD memprediksi bahwa kekeringan atau kesulitan debit air, masih membayangi berbagai daerah di Kabupaten Pasuruan. Hal ini lantaran kemarau membuat debit air sungai dan air bersih di beberapa wilayah turun dan berdampak kekeringan.

BPBD Kabupaten Pasuruan saat ini sudah mulai memetakan daerah-daerah rawan kekeringan. Namun untuk jumlah Desa dan Kecamatan terdampak masih sama seperti tahun sebelumnya. Setidaknya ada 23 desa di 7 kecamatan yaitu Lekok, Lumbang, Pasrepan, Grati, Winongan, Puspo dan Kejayan, yang rawan krisis air.

Untuk saat ini kondisi debit air masih normal. Hanya saja diperkirakan puncak kemarau yaitu sekitar bulan Agustus–September yang membuat permintaan air bersih akan menjadi tinggi. Sedangkan untuk persiapan kedaruratan ketersediaan air, BPBD Kabupaten Pasuruan tetep akan berkomunikasi dengan Cipta Karya dan Kawasan Pemukiman, Dinas Sosial, PMI dan juga CSR Perusahaan. Supaya bisa ikut membantu mengirimkan air bersih ke daerah yang kekeringan.

“Termasuk dari BPBD Kabupaten Pasuruan. Tahun ini juga menambah armada tangki air, sehingga dari BPBD sendiri ada sebanyak 3 truk tangki untuk persiapan pengiriman air bersih ke daerah yang membutuhkan nantinya,” pungkasnya. Diperkirakan daerah yang mengalami kekeringan serta krisis air bersih masih akan terus bertambah, karena puncak musim kemarau diperkirakan akan terjadi hingga Oktober mendatang. (SL)

Posting Komentar

0 Komentar