Ratusan KKS Penerima BPNT di Kota Pasuruan Bermasalah

Pendistribusian BPNT di Kota Pasuruan waktu lalu
Batara Pasuruan – Realisasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang disalurkan di Kota Pasuruan hampir tercapai sepenuhnya. Namun capaian setiap bulannya tak menentu. Selama dua bulan terakhir, realisasi serapan bantuan menurun.

BNPT adalah bantuan pangan dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli pangan di e-Warong KUBE PKH / pedagang bahan pangan yang bekerjasama dengan Bank HIMBARA. Bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi yang lebih seimbang kepada KPM secara tepat sasaran dan tepat waktu.

Kabid Fakmis Dinas Sosial Kota Pasuruan, Mansur menjelaskan jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Pasuruan sejauh ini sebanyak 7.778. Pada penyaluruan bantuan bulan Maret lalu, terealisasi 97,67 persen. “Bulan Maret telah disalurkan ke 7.597 KPM,” ungkapnya. Sementara sebanyak 181 KPM masih belum menerima bantuan. Alasannya beragam. Paling banyak dikarenakan kartu keluarga sejahtera (KKS) yang bermasalah sehingga tak bisa digunakan untuk mencairkan bantuan.

Sebagai informasi, BPNT merupakan program pengganti bantuan rastra. Pemerintah sebelumnya membagikan beras kepada peserta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Melalui program BNPT, peserta KPM itu menerima bantuan sebesar Rp 110.000 per bulan. Pemerintah akan menyalurkan bantuan itu melalui rekening peserta KPM. Kemudian, peserta dapat menggunakan bantuan itu untuk membeli bahan pangan selain beras.

“Kalau penyaluran bulan April, terealisasi 97,57 persen dengan jumlah yang tersalur sebanyak 7.589 KPM. Yang tidak tersalur sebanyak 189,” ujar Mansur. Ia membeberkan, ratusan KPM yang belum menerima bantuan dikarenakan beberapa faktor. Yang mendominasi yakni faktor KKS yang bermasalah. Ada 112 KPM yang mengalami masalah pada kartu.Kemudian 33 KPM tidak ditemukan datanya, 27 KPM meninggal. Ada juga yang pindah domisili, tergolong mampu, atau belum ditransaksikan. "Dahulu banyak bantuan Raskin (Beras Miskin) tidak tepat sasaran, tidak tepat waktu. Sekarang melalui BPNT mereka dapat membeli beras dan telur tanpa dibebankan uang tebus lagi." (SL)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kemensos Optimistis Rastra Diganti Bantuan Pangan Non Tunai pada 2019", https://nasional.kompas.com/read/2018/12/11/10133531/kemensos-optimistis-rastra-diganti-bantuan-pangan-non-tunai-pada-2019?page=all.

Editor : Mikhael GewSL)

Posting Komentar

0 Komentar