Tak Peduli Bulan Puasa, Balap Liar Masih Marak Dilakukan

Suasana malam hari di jalan Pangsud Kota Pasuruan

Batara Pasuruan - Malam Ramadan lazimnya diisi dengan memperbanyak ibadah. Namun, tidak bagi sebagian anak muda di Pasuruan ini. Mereka justru lebih memilih melakukan perbuatan yang sia-sia dengan menggelar aksi balap liar.

Suasana di jalan Sudirman Kota Pasuruan, mendadak menjadi arena balap motor, Minggu (26/5) dini hari, banyak anak muda memadati jalan tersebut. Beberapa di antaranya menggeber motor mereka dalam ajang adu balap motor. Aksi ini dimulai sejak pukul 01.00 WIB. Seorang pengendara yang menyaksikan balap liar pada malam iu mengatakan, aksi balapan liar di Kota Pasuruan bukanlah hal yang baru.

Mereka memanfaatkan ruas jalur protokol, tepatnya di sebelah utara lampu merah simpang Airlangga. Tanpa mengindahkan aturan berkendara, mereka melintas di jalan dengan kecepatan tinggi. Tak hanya kebut-kebutan, beberapa di antaranya berkendara ugal-ugalan. Warga sekitar dan pengguna jalan pun merasa terganggu. Mereka sepertinya tak peduli akan keselamatan diri dan orang lain. Bahkan, mereka tak segan-segan menghentikan kendaraan lain yang melintas di jalan tersebut.

“Wah, nemen ndrawasi lare-lare niku. Kulo mawon liwat sampek wedi. Lha ngebute kados ngoten (Wah, sangat membahayakan yang dilakukan anak-anak itu. Saya sampai takut saat lewat. Lha ngebutnya seperti itu),” keluh Abdul Kosim (58), tukang becak asal Pohjentrek yang saat itu tengah mengantar pelanggannya untuk berbelanja di Pasar Besar.

Hal senada juga diungkapkan Harianto, 46, warga Jambangan, Purworejo. Menurutnya, ajang balap liar itu biasanya digelar sejak pertengahan malam hingga menjelang sahur. Mereka terlebih dulu kucing-kucingan dengan petugas kepolisian. Jika sepi petugas, ajang balapan pun mereka mulai. Kebanyakan anak-anak muda ini berasal dari luar Kota Pasuruan.

“Kalau ada mobil polisi lewat biasanya mereka langsung semburat kabur,” ungkapnya. Harianto menambahkan, aksi balap liar tersebut tidak pantas dilakukan di bulan Ramadan seperti sekarang. Apalagi saat malam-malam Lailatul Qadar. Dimana banyak warga melintasi ruas jalur tersebut untuk beribadah di masjid.

“Mereka sepertinya sama sekali tidak menghormati bulan puasa,” imbuhnya. Ia berharap pihak kepolisian segera menertibkan aksi balap liar. Hal ini dianggap perlu lantaran aksi tersebut sudah mengganggu ketertiban dan ketenangan warga beribadah malam Ramadan. KBO Satlantas Iptu Yudi Prasetyo menjelaskan, Polres Pasuruan Kota rutin melakukan patroli setiap malam. Patroli gabungan ini terdiri atas Satlantas, Satreskrim, dan Sabhara. Namun, selama patroli, Polresta tidak pernah menemukan aksi balap liar tersebut.

“Kami memang kerap menerima informasi adanya aksi balap liar di Kota Pasuruan. Namun, saat dilakukan patroli, kami tidak menemukannya. Terima kasih untuk informasinya. Nanti saya sampaikan pada pimpinan agar ada tindak lanjut,” terangnya.

Aksi balap liar tersebut cukup membayahakan bagi pengguna yang melintas di jalan Sudirman. Sebab, kata Anis, pada jam-jam tersebut sudah banyak para pedagang di pasar Gading yang melintas jalan itu. (SL)

Posting Komentar

0 Komentar