Tarif Masuk Bromo dan Semeru Akan Dinaikkan



Batara Pasuruan – Menyusul adanya penyesuaian premi asuransi, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) menaikkan tarif tiket masuk ke Gunung Bromo dan Gunung Semeru, kebijakan ini diberlakukan bagi Wisatawan Nusantara (Wisnu).

Keputusan terkait kenaikan tarif masuk ini diambil, setelah BBTNBTS menggelar rapat koordinasi dengan pelaku wisata di Hotel Bromo Permai pada 4 Mei 2019 lalu.
John Kenedie selaku Kepala BBTNBTS mengatakan, kenaikan tarif tersebut untuk menunjang jaminan kecelakaan bagi para pengunjung. “Kenaikan tarif ini, ditetapkan berdasarkan survei kepuasan pengunjung yang menginginkan penyesuaian premi asuransi. Sebagian besar berharap nilai santunan dan perawatan lebih besar,” ujar John Kenedie, Minggu (12/5/2019).

John menuturkan kenaikan tiket masuk Gunung Bromo dan Semeru itu, hanya berlaku bagi Wisnu saja. Sedangkan bagi Wisatawan Mancanegara (Wisman), harga tiketnya tetap. Kenaikan ini mulai berlaku pada 1 Juni mendatang.
Sekadar catatan, premi asuransi yang dibebankan pada pengunjung semula sebesar Rp.2.500,- naik menjadi Rp.4.000,- per jiwa.

Nah, tiket masuk ke Gunung Bromo bagi Wisnu pada hari kerja yang semula Rp.27.500,- naik menjadi Rp.29.000,-. Adapun untuk hari libur yang semula Rp.32.500,- menjadi Rp.34.000,- sedangkan tiket masuk ke Gunung Semeru pada hari kerja yang semula Rp.17.500,- naik menjadi Rp19.000,-. Untuk di hari libur dari Rp.22.500,- menjadi Rp.24.000,-.

Untuk informasi, tiket Wisman ke Gunung Bromo sebesar Rp.217.500,- di hari kerja dan Rp.317.500,- di hari libur. Bagi yang datang ke Gunung Semeru di hari kerja membayar tiket Rp.210.000,- dan Rp.310.000,- di hari libur.

“Tiket masuk ke Gunung Bromo dan Gunung Semeru buat wisatawan mancanegara tidak berubah, karena premi asuransi bagi mereka tetap,” ungkap John. Penyesuaian premi asuransi diikuti nilai manfaat, meliputi santunan meninggal karena sakit dari Rp.20 juta naik menjadi Rp.25 juta. Santunan meninggal karena kecelakaan dari Rp.60 juta menjadi Rp.75 juta. Sedangkan santunan cacat tetap yang sebelumnya Rp.60 juta menjadi Rp.75 juta. Serta santunan biaya perawatan kecelakaan yang sebelumnya Rp.6 juta naik menjadi Rp.7,5 juta.

Asuransi kepada pengunjung Gunung Bromo dan Gunung Semeru ini diberikan sesuai amanat Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Undang-undang itu menyebutkan setiap wisatawan berhak memperoleh perlindungan asuransi untuk kegiatan pariwisata berisiko tinggi.
“Dan wisata alam di Gunung Bromo dan Gunung Semeru masuk kategori berisiko tinggi,” terangnya.
Berdasarkan data BBTNBTS, dalam kurun 2016 sampai Mei 2019, terdapat 104 orang korban kecelakaan dan sakit di kawasan ini. Sebanyak 9 orang meninggal kecelakaan, 62 orang terluka karena kecelakaan, dan 23 orang dilakukan tindakan evakuasi. Dalam periode yang sama, ada 10 pengunjung Gunung Bromo dan Gunung Semeru yang meninggal karena sakit.
Kawasan wisata TNBTS merupakan obyek wisata favorit, baik bagi Wisnu maupun wisman. Pada 2018 lalu, destinasi wisata alam ini mampu menyumbang pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp.26,1 miliar. (SL)

Posting Komentar

0 Komentar