Tidak Ada Kapoknya, Produsen Petasan Masih Marak Tiap Tahun

Bahan bukti petasan yang disita Polisi dari para tersangka

Batara Pasuruan - Meski setiap tahun ditindak, pembuatan petasan di Kabupaten Pasuruan masih marak. Buktinya dalam sepekan terakhir, tiga pembuat petasan diamankan petugas. Ketiga pembuat petasan yakni Husen (45) warga Desa Linggo Kecamata Kejayan, Salamun (57) warga Desa Ngembe Kecamatan Beji dan Dulhari (48) warga Desa Kedungbanteng, Kecamatan Rembang.

Ketiganya dibekuk di desanya masing-masing di waktu yang berbeda. Selain mengamankan tiga pembuat petasan, polisi juga mengamankan ribuan selongsong dan petasan siap edar, bubuk mesiu hingga berbagai bahan dan alat pembuatan petasan.

"Mereka ini ada yang sudah dua tahun buat petasan, Husen dan Dulbari. Salamun ini sudah tiga tahun," kata Kapolres Pasuruan AKBP Rizal Martomo, saat ekspos di Mapolres Pasuruan, Selasa (28/5/2019). Dalam ekspos tersebut, polisi juga menghadirkan puluhan tersangka miras, premanisme, prostitusi, hingga judi yang diamankan selama sepekan.

Rizal menjelaskan, total barang bukti yang diamankan dari ketiga tersangka handak yakni 1.100 selongsong petasan, 362 petasan berbagai jenis ukuran, dan 4 kantung plastik yang berisikan rangkaian petasan sepanjang 5 meter. "Ada juga 5 kantung plastik berisi bubuk mesiu petasan, 53 lembar bahan sumbu mercon dan beberapa alat pembuatan mercon," terang Rizal.

Tertangkapnya mereka membuktikan bisnis pembuatan petasan di Kabupaten Pasuruan masih terus berlangsung. Para tersangka tak kapok meski setiap tahun polisi terus melakukan penangkapan dan menyita barang bukti. Salah satu desa yang dikenal sebagai kampung petasan adalah Desa Ngembe, Kecamatan Beji. Berdasarkan catatan detikcom, setiap tahun polisi selalu mengamankan pembuat petasan di desa tersebut.

“Dari penangkapan tersangka ini, akan kami kembangkan lebih lanjut. Perlu diketahui bahwasanya  penggerebekan ini kita lakukan untuk mengantisipasi peredaran mercon yang rawan disalahgunakan. Apalagi beberapa hari lagi kita akan merayakan Idul Fitri,” pungkasnya. Belakangan, pembuatan petasan menyebar ke berbagai lokasi di luar Desa Ngembe. Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat No 12 tahun 1951, tentang bahan peledak. (SL)

Posting Komentar

0 Komentar