Babinsa Tampung Ramil 0819/12, Cek Ketersediaan Pupuk Bersubsidi

Batara Pasuruan - Kapten Arh Nono Supriatno, selaku Danramil 0819/12 Rembang terkait dengan tugas pendampingan pertanian yang dilaksanakan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa), disetiap penyampaian pada saat apel pagi selalu dan secara continue berikan penekanan kepada Babinsa diantaranya terkait Upsus. 

"Harapan saya kalian para Babinsa harus benar-benar menguasai wilayah yang menjadi tanggung jawab binaan. Salah satunya sebagai Bintara Pembina Desa kalian harus memiliki data yang otentik terutama terkait dengan kegiatan pertanian di wilayah dalam meningkatkan Upaya Khusus (Upsus)," tegas Kapten Arh Nono Supriatno.

Dalam pelaksanaannya perintah tersebut di indahkan terus menerus oleh para anggota Babinsa Koramil 0819/12 Rembang, seperti halnya yang dilakukan oleh Babinsa Desa Tampung yaitu Sertu Mahmudi. Kamis, (1/8/2019).

Nampak terlihat dalam komunikasinya terlihat cukup akrab antara Babinsa Sertu Mahmudi dengan Bapak H. Wahid selaku pemilik kios "Pendowo" yang bertempat di wilayah binaan yaitu Desa Tampung Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Kegiatan pendampingan pengecekan tersebut dengan tujuan untuk mengetahui apakah persediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi telah sesuai pendistribusian serta peruntukannya kepada para petani di wilayah binaan, "terang Babinsa".

Pada komunikasinya, Babinsa Sertu Mahmudi menyampaikan kepada awak Media Pendim 0819 yaitu jenis pupuk bersubsidi yang dipantau diantaranya; Pupuk Urea sebanyak 11 ton, Pupuk Za lebing kurang 4 ton, Pupuk Ponska 4 ton dan Oupuk Organik yaitu 1 ton.

Dengan berperan aktif maka Babinsa Sertu Mahmudi Babinsa Koramil 0819/12 Rembang dapat memonitor ketersediaan pupuk yang ada dan harapan yang utama tidak ada penyelewengan terkait pupuk bersubsidi tersebut.

Sementara itu ditempat terpisah, Kapten Kav. Nasrokin selaku Pasiter Kodim 0819/Pasuruan membenarkan bahwasanya apa yang dilakukan Babinsa guna untuk mencegah apabila ada oknum – oknum yang berusaha berbuat curang dengan tindakan penimbunan maupun penyelewengan terhadap pupuk bersubsidi tersebut, "pungkas".(SRM)

Posting Komentar

0 Komentar