Menyisir Beberapa Titik Dalam Rangka PPKM

PASURUAN - Pemerintah telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM selama dua minggu kedepan di sejumlah wilayah Jawa dan Bali dan kegiatan tersebut berlangsung mulai 11 Januari hingga 25 Januari tahun 2021 mendatang.

Seperti halnya yang saat ini telah laksanakan oleh Koramil 0819/23 Sukorejo yaitu operasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) melalui sosialisasi yaitu himbauan secara langsung di lapangan. Sabtu, 23/1/2021.

Dengan menggandeng instansi terkait, kebersamaan dalam memberikan himbauan tersebut menyasar ke Pasar Sukoharjo, estimasi pengunjung lebih kurang 263 orang dan rata-rata sudah memakai masker.

Selain itu, penindakan serta pemberian himbauan dalam rangka PPKM juga menyisir di beberapa Pondok pesantren diantaranya yaitu; Pondok Pesantren "Anwarul Maliki" dengan jumlah santri sebanyak 149 orang dan semuanya telah menggunakan masker. Berikutnya yaitu Ponpes "Al-Hidayah" dengan jumlah santri yaitu sebanyak 254 orang dan semuanya telah memakai masker.

Pada kesempatan yang sama, Tim penegakan disiplin protokol kesehatan juga memberikan himbauan dalam rangka pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di beberapa perusahaan antaralain; PT. TSP Club, PT. Hm Sampoerna Tbk, PT. TSP Tanobel dan menuju juga ke KUD Sumberejo (SKT).

Dikatakan oleh Serda Abdul Khalim anggota Babinsa Koramil 0819/23 Sukorejo, sebagai informasi pada kegiatan PPKM terdapat perbedaan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebelumnya. Pada PPKM sektor esensial tetap beroperasi dengan penerapan protokol kesehatan atau protkes.

"Pusat perbelanjaan akan dibatasi operasinya dan boleh buka hingga jam 20.00 WIB, sementara makan di restoran akan dibatasi maksimal 25% dari kapasitas, begitu pula tempat ibadah juga akan dibatasi dengan hanya mengisi 50% kapasitas dan terakhir yaitu perkantoran diminta untuk menerapkan 75% aktivitas bekerja di rumah atau Work From Home (WFH)" imbuh Serda Abdul Khalim.

PPKM dilakukan untuk daerah yang terdapat salah satu dari empat parameter yang ditetapkan. Antara lain kasus aktif di atas rata-rata nasional, kasus kematian di atas rata-rata nasional, kasus sembuh di bawah rata-rata nasional, dan rasio ketersediaan tempat tidur perawatan di atas 70%, "Tutup Serda Abdul Khalim saat di konfirmasi awak media Pendim 0819.

Posting Komentar

0 Komentar